Tidak Pernah Lelah Mencintai Indonesia

Tulisan ini hanya bercerita sekadar pengalaman.

Minggu, 12 februari 2012
entah apa yang mengusik hati saya, – aku mau nemenin kamu ke Tambak Bayan- itu chat saya kepada seorang teman ketika mengajak saya mengujungi daerah bernama Tambak Bayan.  Katanya , daerah pecinaan.

Sebagai pendatang dan penyuka etnis tionghoa sayapun tertarik untuk ikut kesana. Kabarnya disana ada barongsai dan perayaan imlek 2658 & Cap Go Meh. Karena saya suka, jadilah menyempatkan diri kesana meskipun malam sebelumnya sudah puas nonton Barongsai di Kenjeran.

Dari posternya saja saya sangat tertarik , Wah ada Agama dan Etnis. Topik hangat, pikir ku

img-20170203-wa0002

cussssss, Aku dan temanku hujan – hujanan berjuang ketempat tersebut. Walau sedikit terlambat, tapi tidak begitu banyak info yang ketinggalan.
Sesampainya disana merah kuning langsung mendominasi. Wah benaran tempatnua cina. Kebetulan topik diskusi kali ini ialah etnis tionghoa, tradisi dan simbol – simbol dalam lontong cap gomeh. (baca lebih lanjut : pormadi.wordpress.com/2009/01/20/arti-simbol-imlek-capgomeh-sin-cia/)

Sekilas saya ikuti penjelasan lontongnya, membuat saya paham dan sangat penasaran akan rasanya (maklum belum pernah makan lontong Cap Go Meh, biasanya makan lontong ikan teri nasi) .

-wah menarik sekali ternyata Tionghoa makanannya ada simbolnya, mirip seperti batak-itu yang terlintas dipikiranku. Rasa penasaran terhadap etnis tionghoa terjawab sudah.

Akhirnya masuklah pada sesi Aan Anshori bersuara dalam diskusi tersebut. Setelah perkenalan barulah ku sadari ternyata beliau seorang muslim. Topik yang dibawakan ialah mengenai Tuhan , agama dan etnis . ( topik hot, menarik, aku pun langsung fokus mendengarnya) .Bukan karena sesuatu atau apa, aku hanya tertarik saja pada topiknya, terlebih Indonesia saat ini tengah panas dalam perbedaan tersebut . Diskusinya tidak jauh ialah seputar KeTuhanan Yang Maha Esa dan Ke-Bhineka Tunggal Ika an.

Awalnya tak banyak yang ku ketahui tentang sosok Aan Anshori, tidak bahkan aku baru mendengarnya kemarin. Namun sosok ini sukses menyorot perhatian saya saat ia menjelaskan.
Dengan tegas ia menyatakan bahwa intoleransi Indonesia saat ini sudah sangat buruk sekali. Ia yang asalnya dari santri saja sanggup hidup bertoleransi. Banyak hal yang ia ceritakan, mulai dari bagaimana terbentuknya rasa dendam dari diri kebanyakan orang jawa terhadap masy tionghoa dan begitu rendahnya masy jawa memandang etnis tionghoa.

Saya ingat, Ia mengatakan ada tiga hal yang dari dulu sampai sekarang masih dijauhi di Nusantara ini, tionghoa, kristen dan PKI. Tapi begitulah kenyataannya sampai sekarang.  Inilah yang membombastis perpecahan antar agama dan etnis. Semakin membenarkan perkataan Gus Dur : semakin tinggi ilmu seseorang, maka ia akan semakin toleransi.
hmm,, mungkin begitulah sosok Aan (perkiraanku). Sepintas aku berpikir, pantes Indonesia toleransinya sangat kurang, sepertinya perkataan Gus Dur benar. Indonesia memang masih sangat kurang ilmunya.

Oia, Aan juga pada peristiwa itu sangat mengapresiasi atas “Kami tidak pernah lelah mencintai Indonesia” . Kalimat ini menyuarakan pendapat saudara Tionghoa atas Indonesia saat ini. ketika ku lihat ke poster, aku berdehem dalam hati. sangat sakit rasanya membaca kalimat tersebut. seolah yang mereka butuhkan ialah pengakuan dari Indonesia.
wah, sebegini lama Indonesia merdeka ternyata masih ada saja yang terjajah. Tidak seperti pidato2 saat 17an yang katanya kita dijajah luar negeri dengan teknologi, tapi sesama Indonesia masih saling menjajah. Gaulnya Indonesia makan Indonesia.

Banyak, sangat banyak diskusi yang baru saja aku pahami. Seketika aku langsung ingin membaca banyak hal tentang negeri ini. Semoga kita semua bisa bertoleransi. Dan kita semua tidak pernah lelah mencintai Indonesia bagaimanapun keadaannya.

Keragaman adalah keniscayaan akah hukum Tuhan atas ciptaannya – Gus Dur

FYI : Acara nya sangat sederhana. Di sebuah gedung besar tak terawat di Tambak Bayan. Penduduk disana sangat beragam tionghoa, jawa , islam, kristen dan konghucu. Sungguh berada dalam diskusi dengan keterbatasan tempat, tidak mengurangi rasa damai yang  dan  kebahagiaan bersama penduduk Tambak Bayan.

Barongsaiimlek2658Cap Go Meh

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s