(Urban Planning) PWK dalam Kata

Apasih itu PWK?

PWK adalah program studi yang berkaitan dengan berbagai bidang ilmu yang lain, baik ilmu keteknikan maupun sosial ekonomi. Dalam proses pendidikannya nanti ketika teman-teman menjadi mahasiswa PWK, teman-teman akan mendapatkan mata kuliah yang berasal dari bidang studi lain seperti geologi lingkungan, perpetaan, dll. ( sumber : usm.itb.ac.id/Prodi/154.htm)

Itu adalah pengertian jurusan PWK teratas jika kita mencari lewat search engine yang populer saat ini. Mungkin di beberapa tulisan juga menyebutkan PWK adalah jurusan persilangan antara jurusan teknik, sosial, dan juga perancangan (design), karena itu hal-hal yang dipelajari dalam program studi ini sangat beragam.

Jurusan kerap disebut Planologi ini sering dibandingkan dengan jurusan sesepuhnya Arsitektur. Perbedaannya ialah jurusan arsitektur lebih rinci dalam merencanakan (mikro, red) sedangkan untuk planologi sendiri merencanakan koridor atau wilayah cakupan yang lebih luas.

Banyak yang bertanya2 tentang apa sih itu PWK? Mungkin belum terpuaskan dengan jawaban diatas, Let me explain what PWK is.

Sebagai mahasiswa yang sudah bergelung dalam dunia perPWK-an, (sampai tulisan diterbitkan masih mahasiswa), PWK ialah jurusan yang susah ditebak. WHY? Karena semakin dalam  mempelajarinya semakin ragu dengan jurusan itu sendiri. Ibarat berlayar, ditengah samudera kamu ragu untuk kembali ke titik asal. Tapi bukankah setelah mengarungi lebih jauh kita akan tau kita berhasil atau tidak?.

Begitu juga lah aku dari kacamata sendiri memandang PWK.

Semester 1 – kok aku belajarnya kaya sosial ya ? Kependudukan, geologi , apaan sih padahal teknik. Ga jelas banget

Semester 2 – Loh , matematika nya cuma statistik doang ya. Hmmm, sistem sosial? Kok gini sih. Oalah tapi ada komputasi perencanaan, ada proses perencanaan. ( Mulai nyadar nih sama jurusan sendiri)

Semester 3 – Wah kok buanyak ya yang di pelajari, ada infrasturkur, belajar PPP. Tapi ada Sistem informasi perencanaan dan belajar perumahan

Oke di fase ini akan mulai menyadari, ternyata PWK itu penting ya. Banyak ternyata ilmu yang di pelajari di dalamnya. Tapi kok kayanya saing-saingan dengan jurusan lain ya. Kalo peta, kalah ama tetangga, kalo perumahan kalah ama sesepuh, kalo jembatan kalah ama yang populer banget(sipil) belum lagi belajar tentang lingkungan dan teman – temannya (kalah sama Teknik Lingkungan).  Pada tahap ini aku sering sekali  meragukan jurusan ini. Kok aneh ya? bahkan sempat terlintas untuk mencoba jurusan lain atau  bahasa gaulnya merasa salah jurusan. ( yaiyalah secara aku dari IPA) .

Semester 4 – Semua tentang PWK

Semester 5 – Hm, ternyata PWK sulit ya. Banyak tugas dan mesti banyak pengetahuan. Harus paham dengan lapangan dan juga birokrasi.

Pada fase ini mungkin akan semakin mantap dengan melanjutkan perkuliahan di  jurusan PWK. Setelah luntang lantung kesana kemari mencari tahu tentang jurusan ini, ternyata tetap saja masih ada secuil keraguan tapi its Okay, setidaknya sudah semakin menikmati keberadaan di PWK.

Tapi kalau emang masuk PWK, ada sedikit persiapan mental yang harus kamu persiapkan,

  1. Kamu merasa kalah keren dan kalah gaul jurusannya
  2. Pasti dan banyak yang akan merasa salah jurusan ( Khusus nya yang berasal dari IPA)
  3. Saat masuk ke jurusan ini, kamu akan merasa buta. Buta terhadap pelajaran dan juga tugas -tugasnya.
  4. Kamu akan merasa ragu ketika membandingkan dirimu dengan teman di jurusan lainnya
  5. Kamu akan banyak merasa lebih kecil dari banyak hal di dunia ini

To be honest, begitu jugalah yang saya rasakan. Bahkan sampai detik ini saya belum pernah memiliki alasan mantap kenapa saya harus bertahan dalam jurusan ini.

Kenapa? semakin aku mencintai dan mempelajarinya ternyata aku menyadari aku benar2 salah selama ini memandang jurusan ini. Aku bahkan merasa sangat kecil sekali karena pengetahuan ku yang sangat minim sementara jurusan ini menunut pengetahuan yang luas seluas samudera. Tidak selalu melulu tentang apakah perencananan yang bagus di Indo? permasalahan kota? bahkan setiap percakapan sehari – hari yang secara tidak sengaja terlontarkan pun bisa menjadi topik seru dalam jurusan ini.

Let see, banjir di kota besar, reklamasi, perumahan vertikal, kemacetan, – itu semua hal yang kami pelajari. Terlalu luas dan aku terlalu kecil untuk bisa menyerap semuanya.  Konflik di tengah masyarakat seperti kemiskinan, kriminalitas dan hubungan sosial bahkan menjadi perbincangan santai bagi kami jurusan PWK.
Lingkungan dan geologinya pun tidak luput dari pelajaran.  Berbicara mengenai penggunaan lahan dan ketersediaannya ? Wah kita jagonya. Bicarain lahan udah serasa say hello buat teman sendiri.

Rencana tata ruang wilayah? wah ini pekerjaan kita banget. Planner banget. Jaya Planologi.

Hal ini lah yang sekarang membuat aku takut menjadi bagian dari PWK,  bukan perkara pelajaran dan jurusannya lagi , tapi tanggung jawab kedepannya sebagai planner. SANGGUPKAH AKU SEKECIL INI DAPAT MERENCANAKAN DUNIA SELUAS INI ? Sudah bisakah aku? benarkah?. Ketakutan dalam memperjuangkan gelar sendiri, ikut memperjuangkan kota – tempat hidup banyak orang.

Oia sebelum penutup, PWK ngga terkenal di Indonesia? WAJAR BANGET , tapi setelah aku kemarin berkeliling pameran LPDP, hampir semua universitas luar negeri punya jurusan Urban Planningnya, nah mungkin ini juga kali yang buat Indonesia rada semrawut.

In the end, Jika kamu adalah orang yang mau mengubah hidup, PWK mungkin adalah salah satu cara, tapi siap2 kalah hits ama jurusan sebelah.

Okai, kamu bisa menebak aku semester berapa 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s