Dies Natalis ITS oleh Ir Harjono Sigit

Ini pertama kalinya mempublish berita yang di tulis dalam website http://www.its.ac.id ke wordpress. Kenapa? tentu jawabannya karena sangat berkesan .

Check this out

DIES NATALIS, WAKTUNYA SEMANGAT SEPULUH NOPEMBER BANGKIT

56 Tahun ITS di Mata Rektor Ke-5 – Apa yang khas dari perayaan Dies Natalis ITS? Jika dibandingkan tiap tahun, perayaannya kurang lebih sama. Ada perlombaan olahraga, ada pentas seni juga. Namun ada satu satu hal yang  khas, dan tak pernah hilang, yakni semangat Sepuluh Nopember dari sivitas akademianya.

Hal ini diungkapkan oleh Ir Harjono Sigit BS, rektor ITS pada periode 1982-1984. Ditemui pada Jumat malam sehabis maghrib di daerah Kali Kepiting, Jum’at(4/11), Dosen Jurusan Arsitektur ini mengurai ingatannya tentang kampus tempatnya mengabdi selama puluhan tahun.

Sejak ia menjabat sebagai rektor ke-5 ITS tahun 1982, Harjono mengungkapkan ITS telah mengalami transformasi demi transformasi. Meski begitu, Pria berusia 77 tahun ini selalu melihat semangat kepahlawanan mahasiswa ITS yang ia cintai. “Dari dulu hingga sekarang, semangat itu tetap ada,” ujar cucu HOS Cokroaminoto tersebut.

Semangat tersebut tercermin dari semangat belajar mahasiswa ITS yang tinggi. Menurutnya, dari dulu hingga sekarang, hidup mahasiswa ITS memang sarat dengan perjuangan. Untuk itulah sebutan ITS adalah kampus perjuangan.

Namun di zamannya, perjuangan menuntut ilmu bukan sekedar istilah saja. Bayangkan saja, jangankan ruangan ber-AC, gudang pun dijadikan tempat berkuliah. Dosen yang mengajar di ITS juga seadanya.

Namun, meski dengan tenaga pendidik dan modal seadanya, ITS masih mampu menciptakan alumni yang prestatif. “Tidak ada bedanya dengan sekarang. Sampai saat ini saya masih bisa merasakan semangat belajar yang demikian,” ungkap pria kelahiran Madiun tersebut bernostalgia.

Harjono bercerita, prestasi dan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh ITS untuk bangsa cukup banyak. Mulai dari lomba hingga peran ITS sebagai institusi pada pemerintah. Misalnya peran ITS dalam membantu pembuatan peraturan daerah seperti masterplan Kota Surabaya.

Namun, meskipun prestasi ITS selama beberapa dekade terakhir terus bertambah, bagi Harjono ITS masih belum lepas dari kritik. Ada satu kata yang begitu penting baginya hingga menempati prioritas pertama hal yang harus dibenahi ITS. “Moral,” ungkapnya dengan nada tegas. Memutar balik ke kenangannya 30 tahun ke belakang, ia menjelaskan mengapa moral menjadi hal yang sangat krusial baginya.

Belakangan ini, ia mengungkapkan sering menemukan mahasiswa ITS yang suka menyontek saat ujian. Padahal, zamannya ketika menjadi dosen perilaku tersebut jarang ditemui. Parahnya, bukan hanya mahasiswa tingkat sarjana saja yang berperilaku demikian. “Namun juga mahasiswa pascasarjana,” ujarnya dengan nada prihatin.

Perancang Gedung Pasar Atom Surabaya ini mengungkapkan hal tersebut mengindikasikan mental dan rasa percaya diri mahasiswa kini kian menurun. Di matanya, ilmu merupakan sesuatu yang harusnya dibanggakan jika didapat dengan upaya sendiri. “Untuk apa Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi tapi tidak bisa dipertanggungjawabkan?” tegasnya.

Untuk itulah, Harjono menghimbau agar momentum Dies Natalis ITS ke-56 ini dijadikan momen untuk berbenah diri. Mulai dari kurikulum, dosen, mahasiswa dan tenaga pendidik. “Dies Natalis harus menjadi momen dimana semangat belajar dan semangat berjuang kita lahir kembali,” ungkapnya.

Ia menyadari nasib ITS kini berada di kaum muda. Untuk itulah ia menitipkan asa kepada penerus ITS untuk mengemban amanah sebaik mungkin. Ia berharap agar ITS dapat masuk dalam jajaran world class university. “Dan juga agar alumni ITS dapat meraih setidaknya nominasi penghargaan nobel,” celetuknya.

Diakhir wawancara, saat ditanyai oleh ITS Online tentang gagasan yang sangat ingin Ia kembangkan saat ini di ITS, Harjono menjawab Ia ingin mengubah pembelajaran ITS. “Semua mata kuliah akan saya buat bahasa Inggris, supaya rangking ITS meroket dan menjadi universitas kelas dunia” pungkasnya dengan sumringah.(jel/gol)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s